weatherontheair.com – Review film Spaceman ini akan mengajak Anda menyelami sisi lain dari Adam Sandler yang jarang terlihat. Jika Anda mengharapkan komedi ringan khas Hollywood, Anda mungkin akan terkejut. Film orisinal Netflix garapan sutradara Johan Renck ini menawarkan perjalanan psikologis yang sunyi, gelap, namun penuh makna mendalam tentang isolasi manusia.
Diadaptasi dari novel spaceman of Bohemia karya Jaroslav Kalfař, film ini bukan sekadar tentang perjalanan ke Jupiter. Lebih dari itu, ini adalah tentang perjalanan ke dalam batin seseorang.
Sinopsis Singkat: Misi Solo Jakub Prochazka
Cerita berpusat pada Jakub Prochazka (Adam Sandler), seorang astronaut Ceko yang sedang menjalani misi solo selama enam bulan. Tujuannya adalah meneliti awan debu misterius di dekat Jupiter yang disebut “Chopra”. Namun, tantangan terbesar Jakub bukanlah kerusakan mesin atau bahaya luar angkasa.
Musuh utamanya adalah kesepian. Di Bumi, istrinya yang sedang hamil, Lenka (Carey Mulligan), memutuskan untuk meninggalkannya. Komunikasi mereka terputus, membuat Jakub semakin terisolasi secara mental.
Dalam review film Spaceman ini, poin penting muncul ketika Jakub menemukan tamu tak diundang di kapalnya. Tamu itu adalah seekor laba-laba raksasa purba yang bisa berbicara, yang kemudian ia beri nama Hanuš (disuarakan dengan lembut oleh Paul Dano).
Analisis Karakter dan Akting Adam Sandler
Adam Sandler berhasil membuktikan jangkauan aktingnya yang luas. Penampilannya di sini sangat kontras dengan peran-peran komedinya. Ia tampil lelah, depresi, dan rapuh.
-
Ekspresi Mikro: Sandler banyak bermain dengan tatapan kosong dan keheningan.
-
Chemistry dengan CGI: Interaksinya dengan Hanuš terasa sangat nyata dan emosional, meskipun lawan mainnya adalah karakter CGI.
Kritikus memuji keberanian Sandler mengambil peran ini. Ia berhasil menggambarkan beban berat seorang pria yang melarikan diri dari masalah duniawi, hanya untuk menyadari bahwa ia tidak bisa lari dari dirinya sendiri.
Hanuš: Monster atau Terapis?
Salah satu aspek paling menarik dalam review film Spaceman ini adalah kehadiran Hanuš. Apakah ia nyata? Atau hanya halusinasi akibat isolasi ekstrem (cabin fever)? Film ini membiarkan penonton menafsirkannya sendiri.
Hanuš tidak hadir untuk menakuti Jakub. Sebaliknya, ia hadir untuk “menyembuhkan” manusia kurus itu. Dialog-dialog mereka filosofis, membahas tentang ego manusia, ketakutan, dan cinta. Hanuš memaksa Jakub membuka memori-memori masa lalu yang selama ini ia tekan, termasuk hubungannya dengan ayahnya dan kegagalannya sebagai suami.
Visual dan Simbolisme
Secara visual, film ini memukau dengan cara yang unik. Penggunaan lensa wide-angle yang terdistorsi menggambarkan klaustrofobia di dalam pesawat. Warna ungu dari awan Chopra memberikan nuansa mimpi yang surealis. Ini bukan film aksi luar angkasa, melainkan sebuah puisi visual yang lambat.
Kesimpulan: Apakah Film Ini Layak Tonton?
Sebagai penutup review film Spaceman ini, jawabannya tergantung pada selera Anda. Jika Anda menyukai film sci-fi lambat seperti Solaris atau Ad Astra, film ini adalah permata. Namun, jika Anda mencari ledakan dan perang bintang, Anda mungkin akan bosan.
Film ini mengajarkan kita bahwa sejauh apa pun kita pergi ke ujung semesta, hal terpenting yang kita cari seringkali tertinggal di rumah.
Kelebihan:
-
Akting Adam Sandler yang fenomenal.
-
Visual efek Hanuš yang detail dan suara Paul Dano yang menenangkan.
-
Pesan moral yang kuat tentang hubungan manusia.
Kekurangan:
-
Alur cerita yang lambat (slow burn).
-
Minim aksi, lebih banyak dialog.
Bagaimana menurut Anda? Apakah Hanuš nyata atau imajinasi Jakub semata? Tulis pendapat Anda di kolom komentar!